Wutang Night; Aint Nuthin To F With

Wutang Night menjadi mesin waktu yang menembus ruang dan waktu. Dalam beberapa jam tahun 2014 mundur menjadi era 90'an dan Solo menjadi Staten Island.
 

Selasa, 8 April 2014, pukul 17.00. Housey Coffee and Kitchen yang berada di kawasan Sumber, Solo ini terlihat lengang, hanya terlihat beberapa orang sibuk menata DJ set dan sound system sederhana. Beberapa jam kemudian, coffee shop semi outdoor ini dipenuhi bboy, hiphop dancer, rapper dan DJ. Ya, malam itu ada pesta bertajuk Wutang Night di tempat itu.

Sesuai dengan namanya, Wutang Night adalah acara dimana musik Wutang Clan (you know em, rite?) mendominasi playlist para DJ, sisanya adalah tembang-tembang hiphop circa 90's dan awal 2000-an, juga breakbeat dan funk. Rytroc, sang penggagas acara, mengaku punya tiga alasan mengapa memilih Wutang Clan sebagai tema acara dan Wutang Night sebagai judulnya:
"Pertama, karena saya suka Wutang Clan
Kedua, karena saya suka Wutang Clan
dan ketiga, karena saya suka Wutang Clan"

Wutang Night, yang diselenggarakan bertepatan dengan World Dance Day 2014, mempuyai tiga nama dalam daftar DJ. Yang pertama membuat kerusuhan dari balik perangkat turntable adalah DJ Djarzilla yang kontan membuat para bboy dan dancer memenuhi dance floor. DJ yang juga penyiar radio ini sukses menyulut keriuhan di awal acara. Di tengah set entah karena gerah atau terlalu bersemangat DJ chubby ini melepas kaos dan bergoyang liar. Mungkin dia kerasukan arwah Ol Dirty Bastard.
Selepas Djarzilla, yang mengambil alih meja DJ adalah DJ Unclebowl. DJ yang sepintas perawakannya mirip Raekwon ini selain memutar langgam-langgam legendaris dari Wutang macam Proteck Yo Neck dan Gravel Pit juga memainkan lagu-lagu monumental seperti Jump Around nya House Of Pain, I'll Be Missing You nya P Diddy (yang ketika merilis lagu itu masih bernama Puff Daddy) dan bahkan Bebas nya Iwa K.
Sebagai party leader dari balik turntable terakhir adalah tamu spesial dari Malaysia: Wakaka DJ Squad yang malam itu datang bersama Wakaka bboy crew dan beberapa hiphop dancer. Wakaka DJ Squad membawakan nomor-nomor breakbeat dan funk pada paruh pertama penampilannya. Wakaka DJ Squad membuat pesta mencapai klimaksnya saat memutar lagu-lagu milik Too Phat yang tentu saja familiar, bahkan punya nilai histori, di telinga publik hiphop Indonesia, termasuk kota Solo. Tanpa dikomando hadirin spontan membuat choir dadakan saat lagu-lagu anthemic macam Anak Ayam, Ala Canggung dan Just a Lil Bit dimainkan.
Setelah Wakaka DJ Squad, pesta malam itu ditutup dengan aksi rap freestyle beberapa MC dan rap performance dari Rytroc dan Timbul.

Wutang Night. Pesta sederhana yang menyenangkan. Yang membuat malam itu lebih menyenangkan adalah banyak hadirin yang bukan berasal dari skena hiphop, mereka datang semata-mata untuk menikmati musik dan bersenang-senang bersama. It's all about peace, unity, love and having fun. (you know who)