Tarung Sejagad 2014 Review

Sebutkan kata yang menggambarkan kota Surabaya!
Jawaban-jawaban yang lazim muncul adalah: Persebaya, Bonek, Lontong Balap, Kota Pahlawan, Tanjung Perak dan, ehm, Gang Dolly.
Tapi bila anda tanyakan hal yang sama pada bboy atau hiphop dancer, maka kemungkinan salah satu jawabannya adalah Tarung Sejagad.

Tarung Sejagad adalah salah satu kompetisi tahunan paling bergengsi yang diselenggarakan di Surabaya. Sejak edisi perdananya pada 15 Februari 2004 lalu menghilang dan kemudian diadakan lagi pada 2010, Tarung Sejagad ke-4 digelar pada tanggal 3 dan 4 Mei 2014 lalu di Tunjungan Plaza 2. Tarung Sejagad 4 ini  adalah sebagai perayaan ulang tahun Surabaya Kedjang (SKJ) yang ke-14 sekaligus memperingati HUT Kota Surabaya yang ke-721.

Mari sejenak mengangkat topi setinggi-tingginya untuk para oknum bboy dari Surabaya Kedjang (SKJ) yang bertanggung jawab atas keriuhan Tarung Sejagad dari tahun ke tahun. Satu hal yang menjadikan Tarung Sejagad berbeda dengan kompetisi-kompetisi sejenis adalah dukungan dari pihak pemerintah yang kontinyu. Di tiap gelaran Tarung Sejagad logo dan nama Dispora Surabaya tidak pernah absen sebagai pendukung utama, begitu pun dengan edisi ke-4 ini Dispora Surabaya menjadi pendukung utama acara bersama Tunjungan Plaza, Kratingdaeng dan Headspin Production.


Puluhan penari memenuhi lantai dasar Tunjungan Plaza 2 untuk mengikuti Tarung Sejagad 4 yang tahun ini mengkompetisikan tiga kategori: 6v6 bboy battle, dance competition dan 1v1 all style battle dengan total hadiah 22 juta rupiah. Pada kursi juri tahun ini duduk 80’s Freeze, Ichi Roc, Hendra, Frozt E dan RytRoc untuk bboy battle dan Timbul (bukan pelawak yang sudah almarhum) untuk dance competition dan all style.
Pada penghujung hari kedua para pahlawan lokal dari Little Breakin yang terbagi menjadi dua tim sukses menyajikan ‘perang saudara’ antara Little Breakin kontra Original Little Drunk di final dan memastikan tempat pertama dan kedua untuk 6v6 bboy battle diduduki oleh bboy tuan rumah, sedangkan tempat ketiga direbut oleh Seven Soulz dari Jawa Tengah. Sementara di kategori dance competition Return dari Jakarta merebut juara pertama, disusul oleh Laipose (Malang) pada runner up dan trio locker Lock To The Max (Surabaya) yang mengunci tempat ketiga. Kategori 1v1 all style mempertemukan Hesl versus MP, keduanya dari Last Minute,  di final dan setelah satu kali tie breaker akhirnya juri menunjuk MP sebagai pemenang. (rytroc)